Informasi Hubungi cs@batik.or.id

Proses Membuat Batik Colet

Share on Facebook
Pocket
Bookmark this on Google Bookmarks

Batik Colet atau batik tolet adalah jenis batik yang menggunakan canting batik biasanya perbedaan antara batik celup dan batik colet saja hanya pada sistem pewarnaan saja Untuk dapat membuat baju batik yang diberi warna dengan cara teknik colet ada beberapa langkah yang harus dilakukan. Batik dengan teknik colet ini telah cukup lama digunakan oleh para pembuat batik yang berasal dari daerah solo, dan juga lasem serta Pekalongan.

Batik colet atau tolet dapat juga disebut sebagai baju batik yang menjadi sebuah batik yang khas. Menggunakan warna yang banyak dan juga beragam sudah bukan lagi menjadi hal yang sulit ketika para pembuat batik menggunakan teknik pemberian warna secara colet dan biasanya juga untuk pewarnaan ahir batik akan di celup. Penggunaan kuas menjadi hal yang penting dalam langkah-langkah menjadikan kain baju batik tersebut memiliki jenis warna yang beragam. Cara membuat batik tolet agar dapat menjadi kain baju batik yang indah dapat dijelaskan melalui langkah-langkah sebagai berikut.

Langkah pertama dilakukan dalam pembuatan batik colet adalah membuat pola dan motif batik yang ingin dijadikan sebagai motif pada baju batik. Menggambar pola dan motif batik ini dilakukan dengan menggunakan pensil pada kain yang akan dijadikan batik. Setelah pola dan motif batik tersebut selesai digambar pada kain batik, maka kain tersebut akan di batik dengan menggunakan canting tulis. Proses ini diperlukan untuk dapat membuat bagian tertentu tidak ikut mendapatkan warna yang tidak diinginkan. Tahap selanjutnya adalah kain yang telah di batik tersebut diletakkan secara melebar di atas sebuah permukaan yang datar, setelah sebelumnya diberi alas kertas yang tebal. Setelah itu larutan zat warna diberi remasol kemudian warna tersebut dioleskan ke bagian dari motif batik yang diinginkan dengan sangat hati-hati menggunakan kuas. Dalam tahap ini diharapkan agar ada urutan kerja yang teratur arah nya sehingga warna yang tercipta menjadi lebih rapi. Kemudian kain tersebut dikeringkan dengan cara di angin-anginkan dan dibiarkan selama beberapa jam dan tahap akhir kain tersebut dapat di celup dengan warna yang akan menjadi dasar batik tersebut dan untuk terahir kalinya batik siap untuk di lorod.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contact Us





Nama (dibutuhkan)

Alamat Email (dibutuhkan)

Alamat/Office

No. Telp/HP

Keperluan

Masukan Pesan

captcha

Atau silahkan kirim email ke

cs@batik.or.id

Contoh Batik Pekalongan

Contoh Batik Motif Cirebon

Contoh Batik Solo

Contoh Batik Motif Laseman

Like Us Facebook

Trafficking Batik Foundation