Informasi Hubungi cs@batik.or.id

Teknik Membuat Batik Tulis

Share on Facebook
Pocket
Bookmark this on Google Bookmarks

Batik tulis adalah batik yang dibuat secara manual oleh tangan manusia inilah cara membuat batik tulis secara rincinya. Proses pembuatan batik tulis adalah proses yang membutuhkan tehnik, ketelitian dan kesabaran yang tingkat tinggi. Hal ini disebabkan segala sesuatu proses pembuatannya dikerjakan manual oleh tangan terampil manusia (ditulis) tanpa menggunakan mesin. Karena tehnis segala sesuatunya dilakukan secara manual maka harga batik tulis adalah salah satu jenis batik yang termahal dari semua jenis batik yang ada di Indonesia. Bahkan jika bahan kain yang digunakan adalah kain sutera, maka kain batik sutera tulis menjadi yang termahal dari seluruh kain batik yang ada di dunia. Kombinasi antara kain sutera yang sudah dikenal mahal dengan tehnik proses pembuatan secara ditulis manual tanpa menggunakan mesin, menjadikan batik tulis sutera ini diburu oleh kalangan eksekutif untuk menunjukkan kelas gengsinya.

teknik pembuatan batik tulisProses pembuatan batik tulis tidak jarang membutuhkan waktu hingga 1 bulan pengerjaan. Terutama jika kain yang digunakan adalah kain sutera, yang membutuhkan perlakuan tehnik khusus karena karakteristik bahan kainnya. Sebelum kita belajar tehnik pembuatan batik tulis, ada baiknya kita ketahui dahulu bahan-bahan yang digunakan pada proses pembuatan batik tulis, antara lain:

cara membuat batik tulis canting

Bahan pembuatan batik tulis

1. Canting, adalah alat tulis lilin yang digunakan untuk menutupi pola dan motif batik. Jadi fungsinya seperti pensil untuk lilin
2. Pensil pola
3. Kain mori putih yang biasanya kain sutera atau kain katun
4. Lilin malam (wax)
5. Kompor atau alat pemanas lilin malam (wax)
6. Bahan pewarna kain

Proses dan tehnik pembuatan batik tulis

1. Proses pembuatan batik tulis adalah dengan menggambar pola yang diinginkan dengan menggunakan pensil pola. Masing-masing wilayah sentra pembuatan batik tulis di Indonesia memiliki karakter pola yang berbeda di dalam pembuatan batik tulis. Untuk daerah pesisir utara biasanya menyukai pola bergambar binatang atau tumbuhan dan memiliki ciri khas warna-warna yang berani. Contohnya batik tulis Pekalongan dan batik tulis Madura. Sedangkan wilayah tengah hingga ke selatan biasanya menyukai pola batik dengan gambar abstrak statis. Artinya pola berulang di keseluruhan kain. Contohnya batik tulis Yogyakarta.

2. Tehnik selanjutnya adalah proses menutupi pola gambar dengan lilin malam (wax). Tujuan proses pelapisan lilin pada pola ini adalah agar bagian pola yang terkena lilin malam akan tetap berwarna putih. Caranya: lilin malam (wax) diproses dengan dipanaskan (direbus) di atas kompor. Tehnik ini perlu hati-hati dan menggunakan api ukuran kecil karena lilin malam mudah terbakar jika bersentuhan dengan api. Setelah lilin mencair maka ditaruh ke dalam canting. Ditiup agar tidak terlalu panas yang dapat merusak kain. Lalu ditorehkan ke kain bagian pola yang akan dibiarkan tetap putih. Saat melapisi kain baik ini, tiup perlahan-lahan bagian yang dilapisi lilin malam agar mongering. Setelah proses pelapisan pola kain dengan lilin malam (wax) selesai, biarkan lilin mongering sempurna.
3. Setelah proses pelapisan lilin malam selesai, siapkan bahan pewarna muda yang ingin dipoleskan kepada kain. Tehnis pemilihan warna muda ini dilakukan agar jika terjadi kesalahan pewarnaan, maka lebih mudah dihilangkan warnanya dengan warna yang lebih tua. Pewarnaan ini bisa dilakukan dengan mencelupkan kain mori ke dalam cairan pewarna atau mengkuaskan warna pada kain mori. Tehnik pencelupan banyak dipakai karena praktis dan cenderung proses pewarnaan merata ke seluruh kain. Lalu dijemur hingga kering.
4. Setelah kering, lakukan proses pelapisan lilin malam (wax) seperti pada point kedua. Kegunaan pelapisan lilin yang kedua ini untuk menutupi bagian yang berwarna muda untuk tetap dibiarkan warnanya. Proses kedua hingga proses keempat ini lakukan berulang-ulang untuk setiap warna yang dikehendaki. Dan yang perlu diperhatikan adalah warna paling tua (gelap) dilakukan terakhir. Tehnik dan proses ini dilakukan berulang-ulang hingga seluruh warna yang diharapkan telah terpenuhi.
5. Setelah selesai tehnis pewarnaan pada kain dalam pembuatan batik tulis ini, maka bagian terakhir dengan melakukan tehnis “Pelorodan”, yaitu tehnik pelepasan lapisan lilin malam (wax) dari kain mori.

cara membuat batik tulis

Proses tehnik “pelorodan” dilakukan dengan cara:
• Lilin dikerik dengan pisau
• Kain di rebus bersama-sama dengan air yang telah diberi soda abu
• Tehnik pelepasan lilin dengan dilumuri bensin
• Kain disetrika sehingga lilin menjadi meleh
Dari keempat jenis pelepasan lilin di atas, tehnik perebusan kain dengan soda abu dan tehnik setrika adalah yang lazim digunakan oleh pembatik tradisional.
Demikian informasi tehnik dan proses pembuatan batik tulis yang bernilai sangat tinggi. Jika melihat tehnik yang cukup menyita waktu, tenaga dan konsentrasi ini, sudah selayaknya jika harga batik tulis sangat mahal di pasaran. Proses pembuatan batik tulis inilah yang menjadikan kain batik tulis menjadi hasil seni yang bernilai tinggi.

One response to “Teknik Membuat Batik Tulis”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contact Us





Nama (dibutuhkan)

Alamat Email (dibutuhkan)

Alamat/Office

No. Telp/HP

Keperluan

Masukan Pesan

captcha

Atau silahkan kirim email ke

cs@batik.or.id

Contoh Batik Pekalongan

Contoh Batik Motif Cirebon

Contoh Batik Solo

Contoh Batik Motif Laseman

Like Us Facebook

Trafficking Batik Foundation