Informasi Hubungi cs@batik.or.id

Arti Naga Cina Dalam Ragam Hias Batik

Share on Facebook
Pocket
Bookmark this on Google Bookmarks

batik naga cina

Sering kita Jumpai batik dengan motif Naga dalam Peradaban cina naga ini mempunyai nilai dan makna tersendiri Naga Cina disebut Long dalam bahasa Mandarin, dan Liong dalam dialek Hokian. Ia mulai dikenal sejak kira-kira 3.000 tahun yang lalu.

Penampilannya berbeda dengan Naga Jawa yang seperti ular bermahkota, dengan Naga Eropa yang mirip dinosaurus bersayap dan dengan Naga India yang sering digambarkan mirip ular kobra.

Naga Cina ada bermacam-macam jenisnya. Yang paling dikenal adalah yang hijau kebiruan. Kepalanya dikatakan seperti kepala kuda atau unta, tetapi bermisai. Giginya runcing seperti gigi harimau, tanduknya seperti milik rusa jantan raksasa, sedangkan matanya seperti mata kelinci. Ada pula yang menyatakan matanya seperti mata setan. Daun telinganya seperti milik lembu jantan. Tubuhnya panjang seperti ular, ditutupi 117 sisik yang bentuknya seperti sisik ikan emas. Keempat kakinya memiliki cakar seperti elang. Cakarnya bisa lima, empat atau tiga.

Soal cakar ini tidak boleh sembarangan. Naga adalah lambang kaisar Cina. Cuma naga kekaisaran yang boleh memiliki lima cakar. Pakaian pembesar di bawah kaisar cuma boleh dihias dengan naga bercakar empat. Naga bercakar tiga adalah milik orangorang yang berkedudukan sosial lebih rendah lagi.

Naga yang berpenampilan demikian dikenal pula di jepang, Korea dan di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia. Konon naga kekaisaran Korea di Istana Gyeongbok yang terletak di sebelah utara Seoul memiliki tujuh cakar, tetapi disembunyikan

di atas kasau penyangga atap supaya tidak ketahuan kaisar Cina. Akhirnya Jepang yang menghancurkan istana itu, bukan Cina. Alasannya pun bukan karena naga bercakar tujuh.

Naga kerap digambarkan dikelilingi air atau awan. Makhluk ini diagungkan karena dipercaya memiliki kekuasaan dan kesaktian yang luar biasa. Ia bisa terbang, bisa pula hidup di dasar lautan dan ada pula yang tinggal di dalam tanah.

Naga Cina umumnya dianggap. sebagai pelindung, penolak bala, pemberi rezeki dan kesuburan karena menurunkan hujan, walaupun kalau sedang murka bisa mendatangkan kemarau panjang dan banjir di darat serta badai di laut.

Hiasan berupa naga pada pakaian, bangunan, perabot rumah tangga, keramik dsb. dianggap bisa menolak bala dan memberi keberuntungan. ]adi berbeda dengan Naga Eropa yang dianggap sebagai makhluk jahat pembawa bencana. Sampai saat ini, kain batik untuk menggendong anak, banyak yang masih dihiasi dengan gambar naga.

Banyak orangtua Cina mengharapkan putranya “menjadi naga”, artinya sukses dan berkuasa. Harapan ini di antaranya dinyatakan dengan memberi nama “Long” atau “Lung/Loong” atau “Liong” kepada anaknya. Kadang-kadang ada anak bernama “Long” atau “Loong” atau “Liong” yang sering sakit gara-gara “keberatan nama”, sehingga harus diberi nama baru dalam usaha menyembuhkannya.

Bukan cuma orang, konon ikan pun banyak yang ingin menjadi naga. Untuk itu mereka harus berusaha mengatasi pelbagai kesulitan dalam mencapai air terjun “Gerbang Naga” di Sungai Kuning. Kalau mereka berhasil melompati air terjun itu, berarti mereka lulus ujian dan berubah menjadi naga. Tiap jenis naga memiliki tugas yang berbeda. Yang banyak dikenal“ di Indonesia adalah Donghai Longwang, Raja Naga dari Laut Timur. Tokoh itu dalam dialek Hokian biasa disebut Hai Liong Ong.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contact Us





Nama (dibutuhkan)

Alamat Email (dibutuhkan)

Alamat/Office

No. Telp/HP

Keperluan

Masukan Pesan

captcha

Atau silahkan kirim email ke

cs@batik.or.id

Contoh Batik Pekalongan

Contoh Batik Motif Cirebon

Contoh Batik Solo

Contoh Batik Motif Laseman

Like Us Facebook

Trafficking Batik Foundation